Haramkah  Menulis ayat Al-Quran Sedang Berhadats Besar?

Haramkah Menulis ayat Al-Quran Sedang Berhadats Besar?

 

KITABACA.ID - Menulis ayat-alqur`an kadang menjadi keharusan yang harus dilakukan semisal seorang dalam posisi berhadats besar (haid, nifas atau junub) namun diharuskan ketika mencontohkan untuk menulis sebagian ayat Al-Qur`an, melakukan tes seleksi, atau bahkan mengikuti lomba penulisan ayat-ayat alqur`an.

Menurut pendapat syeikh Zakaria al-anshori dalam karangan kitabnya tahrir Tanqoh Al-Lubab (17) Menjelaskan Bahwa   haram bagi seorang yang haid, nifas menulis ayat atau sebagian alqur`an jika seseorang tersebut sampai menyentuh tulisannya dan membacanya. Jika hanya sebatas menulis diperbolehkan..

قال شيخ الاسلام أبو يحيى زكريا الأنصاري : وحرم بالحيض كالنفاس. ماحرم بجنابة من صلاة وغيرها. وخرج بمسه وحمله. كتابته الخالية عنهما. الى أن قال وما نسخت تلاوته فيحل.

Sementara Menurut pendapat  Syeikh Muhammad Nawawie al-Bantani dalam kitabnya kasyfus syubhat (27) berpendapat bahwa menulis isi sebagian ayat alqur`an yang penting seseorang tesebut tidak menyentuhnya hukumnya Khilaf , sementara menurut pendapat shahih dihukumi Boleh:

اذا كتب الجنب والمحدث مصحفا. ان كان يحمل الورقة ويمسها حال الكتاب فهو حرام. وان لم يحملها ولم يمسها ففيه ثلاثة أوجه. الصحيح حوازه والثاني تحريمه والثالث يجوز للمحد ث ويحرم على الجنب.

 

Diposting Oleh : Moch Mahsun
Sumber Gambar : http://mudanews.com
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id