Sholat Sunnah Rawatib

Sholat Sunnah Rawatib

KITABACA.ID - Manusia dengan kesempurnaan yang luar biasa dibanding makhluk lainnya telah dianugrahi dengan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki makhluk yang lain, mulai dari segi fisik sampai pada non fisik, dalam urusan fisik manusia memiliki nilai estetika yang mempesona, sementara sisi non fisiknya manusia oleh Allah telah dibekali potensi akal yang tidak tiada tara, dengan akal semua lini kehidupan bisa dikendalikan selama mau berfikir dan mau berusaha mengungkap rahasia kehidupan semesta. Namun ada hal penting yang patut direnungkan bersama tentang nilai kebaikan dan ibadah, sudah berapa banyak ummat yang lahir di dunia dengan berbagai nabi yang telah diutus, mereka semua ada yang menentang dan ada pula yang tunduk serta patuh kepada Allah SWT melalui syariat nabinya masing masing, terlebih ummat nabi Muhammad SAW yang diikat dengan rukun islam, salah satunya adalah shalat.

Sebagai hamba yang benar benar beriman kepada Allah dan mengakui nabi Muhammad utusan Allah SWT pasti mengetahui hukum melaksanakan shalat lima waktu sebagai bagian dari rukun islam. Jika kita klasifikasikan secara sederhana shalat itu ada yang wajib dan ada pula yang sunnah, terlepas dari berbagai pembagian hukum shalat yang memiliki sebab atau tidak.  Wajib berarti harus dilaksanakan jika ditinggalkan mendapat dosa, sunnah berarti diberi pilihan antara melaksanakan dan meninggalkan, ditinggal tidak berdosa, mengerjakan mendapat pahala. Sementara itu, dalam hal kewajiban shalat lima waktu juga  berimplikasi pada shalat sunnah rawatib (shalat sunnah yang menyertai shalat wajib), hukum shalat sunnah rawatib ini terbagi menjadi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan sunnah ghairu muakkadah (sekadarnya).

Shalat sunnah rawatib dilaksanakan sebelum atau sesudah mengerjakan shalat fardhu dengan waktu yang telah ditentukan. Ketentuan waktu ada dua, waktu yang diharamkan shalat, dan waktu yang disunnahkan shalat. Waktu yang diharamkan melaksanakan shalat adalah setelah shalat ashar dan setelah shalat subuh kecuali shalat dzisababin (Shalat yang memiliki sebab sebab tertentu) maka boleh melaksanakan shalat tersebut. Sementara  waktu yang disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib. Pertama; Diwaktu dhuhur, empat (4) rakaat sebelum shalat duhur dan empat (4) rakaat sesudah shalat duhur. Kedua;Diwaktu ashar,empat (4) rakaat sebelum shalat ashar. Ketiga;  Di waktu maghrib, dua (2) rakaat sebelum shalat maghrib dan dua (2) rakaat sesudah shalat maghrib. Ke-empatDiwaktu isyak, dua (2) rakaat sebelum shalat isyak dan dua (2) rakaat sesudah shalat isyak. Kelima,  Diwaktu subuh yaitu dua (2) rakaat sebelum melaksanakan shalat subuh. Untuk mempermudah dalam memahami ketentuan shalat sunnah rawatib bisa melihat tabel berikut:

SUNNAH BA’DIYAH

SHALAT FARDHU

SUNNAH QABLIYAH

GHAIRU MUAKKADAH

MUAKKADAH

GHAIRU MUAKKADAH

MUAKKADAH

2 Rakaat

2 Rakaat

DUHUR

2 Rakaat

2 Rakaat

Haram

Haram

ASHAR

4 Rakaat

-

-

2 Rakaat

MAGHRIB

2 Rakaat

-

-

2 Rakaat

ISYAK

2 Rakaat

-

Haram

Haram

SUBUH

-

2 Rakaat

2 RAKAAT

6 RAKAAT

 

10 RAKAAT

4 RAKAAT

Demikian kira kira gambaran waktu dan jumlah rakaat shalat sunnah rawatib yang mungkin bisa sedikit bermanfaat, mohon koreksinya.

والله أعلم بالصواب

Diposting Oleh : Ihya Ulumuddin
Sumber Gambar : https://media.ihram.asia/
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id