Tiket Hidup

KITABACA.ID- Hidup ini kadang dipahami sebagai sebuah perjalanan panjang, menyisakan berbagai problem dan persoalan yang bersentuhan langsung dengan amaliah keseharian misalnya dalam memegang prinsip dan keyakinan, budaya kerja dan kemampuan, motivasi ibadah dan harapan. Esensi hidup sebenarnya sangat sederhana dalam tinjauan agama, seseorang yang memiliki visi misi kedepan selalu dikaitkan dengan prinsip dan keyakinannya, menyesuaikan dengan kemampuan bukan dengan kemauan, berusaha menciptakan budaya kerja sesuai apa yang dikatakan dan dinyatakan, mencoba memotivasi diri dengan impian dan harapan dimasa mendatang, tidak sekedar di dunia tetapi diperhitungkan setelah kematian, ini bagian dari usaha sadar bahwa manusia pada akhirnya akan kembali ke pangkuan sang pencipta alam semesta.

Sebagai bagian dari usaha sadar diri dalam menempuh kehidupan dunia, setidaknya hidup ini di planning sesuai rencana yang di inginkan, mengapa demikian? Karena manusia itu tidak bisa mengetahui nasib diakhir masa, yang bisa hanyalah sekedar ramalan masa depan maka diperlukan sebuah usaha dan doa untuk mewujudkan cita cita yang di inginkan. Jikalau hidup ini laksana perjalanan panjang, maka hidup ini butuh TIKET sebagai sarana mencapai tujuan yang diinginkan, tiket jika diartikan sebagai bentuk kata benda berarti sebagai sarana mencapai tempat atau lokasi yang diinginkan tetapi jika tiket diartikan sebagai sebuah akronim dari “Tulis Impian, Kerjakan, Evaluasi, Tindak lanjut”  maka ini bisa menjadi prinsip dalam berkarya bukan hanya sekadar kata, kesesuaian antara perkataan dan tindakan itu sangat penting untuk menjaga muru’ah diri sendiri sebab yang sering terjadi “perkataan tidak sesuai tindakan atau konsep dan ide tidak sesuai fakta” dan seterusnya, kalau meminjam istilah yang sering diungkap oleh prof Mahfud MD adalah “on the paper off the real” tertulis dikertas tetapi irealitas.

Dalam sebuah leteratur klasik Syaikh Muhyiddin melalui kitabnya “Bahjatul Wasaail” menawarkan lima (5) kaidah dalam islam yang berkaitan erat dengan persolan hidup yang dialami manusia. Pertama; Ma’rifah al-ma’bud: Mengetahui tuhan, konsep ini harus ditanamkan pada manusia sejak kecil karena masa anak anak adalah masa optimal dalam menyimpan data data penting untuk tiket menjalani kehidupan masa depannya. Kedua; al-Qonaah bi al-maujud: Menerima apa adanya atau apa yang ada. Prinsip ini berkonstelasi langsung dengan urusan hati antara puas dan tidak, maka perlu dilatih sejak dini untuk selalu menerima dengan situasi dan kondisi yang menyenangkan atau menyakitkan tanpa harus berbalas dendam. Ketiga; al-wuquufu bi al-hudud: Berpegang teguh pada prinsip,  konsistensi dalam berbuat sesuai dengan kode etik dan aturan itu sangat penting dan didambakan oleh semua kalangan terutama dalam berorganisasi. Tetapi terlalu prosedural itu juga kurang baik sebab ada hal mendesak yang mungkin butuh kebijakan, tidak hanya persoalan baik saja yang perlu dipertimbangkan tetapi pantas dan tidaknya harus diperhitungkan sehingga ada keseimbangan budaya kerja individu dan organisasi. Keempat; al-wafa’u bi al-‘uhud: Konsisten dan tepat janji. Prinsip ini sangat berpengaruh bukan hanya pada kalangan akademisi, praktisi dan politisi. Rakyat yang paling bodoh sekalipun sudah memahami konsekwensi dari ingkar janji. Maka dalam hal ini sebaiknya perlu hati hati demi menjaga keharmonisan sebuah komunitas di sekitar kita. Kelima; al-shobru ala al-mafqudz: Sabar dengan hilangnya hak. Prinsip ini yang paling berat dikarenakan menyangkut persoalan hak baik secara individu maupun kolektif. Mengingat setiap hak diawali dengan sebuah perjuangan yang disebut dengan istilah kewajiban, namun setelah didapat kemudian hilang atau justru belum pernah didapatkan, maka kesadaran intelektual  terhadap rahasia yang direncanakan Allah harus diyakini sebagai  tiket menuju surga-Nya. Lima kaidah ini sangat penting diketahui dan diterapkan dalam keseharian agar  benar benar menjadi kholifah fi al-ardh yang membawa misi rahmatan lil-alamien. 

والله أعلم بالصواب

Diposting Oleh : Kaka
Sumber Gambar : https://toheraje.files.wordpress.com/
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id