Menjadi Hamba Yang Sholih

Menjadi Hamba Yang Sholih

KITABACA.ID - Setiap orang ingin menjadi hamba yang shalih. Anak-anak, remaja, dan orang tua berharap menjadi orang shalih. Bahkan, orang tua yang anaknya masih berada dalam kandungan pun berharap kelak anaknya menjadi anak dengan label “Shalih”. Pertanyaan nya adalah apa sebenarnya Shalih itu?.

Secara Etimologi, “Shalih” berasal dari akar kata (Shaluha-Yashluhu-Shalahan) yang berarti baik, tidak rusak, dan patuh. Kata Shalih merupakan isim fa’il dari kata tersebut. Dengan demikian, Shalih adalah orang yang baik, orang yang tidak rusak, dan orang yang patuh. Arti kata Shalih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah 1.) Taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah; 2.) Suci dan beriman.

Dari pengertian di atas bisa disimpulkan bahwa melakukan kebaikan, tidak merusak tatanan yang ada, dan beriman merupakan indikator bagi seseorang untuk bisa disebut “Shalih”.

“Shalih” sendiri tidak melulu masalah hubungan antara hamba dengan Allah, namun juga hubungan antara hamba dengan makhluk lainnya. Hubungan dengan Allah dijalankan dengan baik, begitu pula hubungan dengan yang lainnya. Banyak dari kita yang hanya fokus Shalih Spiritual dan melupakan Shalih Sosial. Atau sebaliknya, fokus Shalih sosial tapi melupakan Shalih spiritual. Seharusnya keduanya berjalan seimbang. Hamba yang Shalih harus balance antara spiritual dan sosialnya.

Alqur’an secara terang benderang menjelaskan tipe-tipe hamba yang Shalih. Shalih menurut Alqur’an ialah mereka yang senantiasa membaca Alqur’an di malam hari, melaksanakan qiyamul lail (shalat tahajjud), beriman dan beramal sholeh, menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan bersegera mengerjakan kebajikan. (QS. Ali Imron ayat 113-114 dan QS. Al Ankabut ayat 9).

Konsep “Shalih” menurut ayat-ayat ilahi di atas dapat kita cermati bahwa untuk menjadi Shalih kita harus melakukan langkah-langkah tersebut.

1. Membaca Alqur’an di malam hari

Membaca Alqur’an di malam hari sungguh sangat luar biasa, karena Allah menjamin pembacanya masuk ke dalam golongan orang-orang yang Shalih. Sebenarnya Alqur’an bisa dibaca kapanpun (pagi, siang, sore, dan malam hari). Allah memberikan waktu spesial bagi hambanya yang membaca Alqur’an di waktu malam, karena malam adalah waktu yang digunakan untuk isirahat dari aktivitas kehidupan. Namun hamba Shalih masih sanggup mengingat tuhannya, berdialog dengan tuhannya melalui Alqur’an.

Nabi bersabda, “barang siapa membaca 100 ayat Alqur’an di malam hari, maka ia bukan termasuk golongan Ghafilin” (Irsyadul ‘Ibad, Hal. 57). Sabda nabi yang lain, “Barang siapa membaca surat Yasin setiap malam, maka Allah ampuni dosanya”(Irsyadul ‘Ibad, Hal. 59). Kedua hadits Nabi tersebut menjelaskan bahwa membaca Alqur’an di malam hari merupakan ibadah yang sangat diapresiasi oleh Allah SWT.

2. Melaksanakan Shalat malam (Tahajjud)

Tahajjud adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan setelah bangun tidur, di malam hari. Ibadah ini bisa mulai dilakukan setelah shalat isya’ sampai masuknya waktu shalat shubuh. Tahajjud begitu berharga. Karena dahsyatnya keutamaan shalat tahajjud, Allah berjanji pada hambanya “barang siapa melaksanakan shalat tahajjud dan minta sesuatu kepadaku, do’anya Pasti aku kabulkan”. Ibadah yang super dahsyat. Ibadah sekaligus tantangan bagi hamba yang ingin mendapatkan predikat “Shalih”. Disebut tantangan, karena pada malam hari ketika mayoritas orang istirahat, hamba Shalih melaksanakan perintah Tuhannya. Nabi menyatakan : Melaksanakan qiyamul lail/Shalat tahajjud merupakan kebiasaan orang-orang Shalih (para nabi dan rasul). (HR. Muslim).

3. Beriman dan beramal Shalih

Iman adalah percaya. Percaya yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diimplementasikan dalam tindakan. Iman itu telanjang. Pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu (Tanqihul qoul, Hal. 13). Iman merupakan hal yang sangat mendasar bagi muslim. Iman laksana permata yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. Oleh sebab itu, Allah pun menjamin ahli neraka untuk masuk syurga. Yakni, bagi mereka (Ahli neraka) yang didalam hatinya masih memiliki iman, walau hanya seberat biji (Tanqihul qoul, Hal. 14).

Amal shalih juga bisa disebut menabung. Amal shaleh adalah sangu. Tabungan yang bisa kita nikmati hasilnya suatu saat nanti. Sahabat Abu bakar Ash-shiddiq berkata “barang siapa masuk ke dalam kubur (meninggal dunia) tanpa membawa sangu, bagaikan berlayar mengarungi lautan tanpa perahu” (Nashoihul ‘Ibad, Hal. 4).

4. Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran

Mengajak melakukan kebaikan seharusnya dilakukan oleh diri sendiri terlebih dahulu. Keluarga terlebih dahulu, orang terdekat terlebih dahulu, baru orang lain secara umum. Karena mustahil bagi kita mengajak orang melakukan sesuatu tapi kita sendiri tidak melakukannya. Melarang orang lain melakukan sesuatu, kita sendiri melakukannya. Orang akan menyebut kita “Munafiq”.

Al kisah “Pada hari kiamat, ada seorang lelaki dimasukkan ke dalam neraka. Ususnya berserakan. Penghuni neraka pun bertanya : Hai Fulan, apa yang sedang menimpamu?. Apakah dulu engkau tidak Amar ma’ruf dan Nahi munkar?. Lelaki tersebut menjawab : Dulu aku menyeru orang lain untuk melakukan kebaikan, namun aku sendiri tidak melakukannya. Dulu aku juga mencegah orang lain melakukan kemunkaran, tapi aku sendiri melakukannya”.

5. Bersegera dalam melakukan kebajikan

Sifat malas, bosan, dan menyepelekan sesuatu memang merupakan sifat manusia pada umumnya. Shodaqoh, membantu orang, gotong royong, dan sholat merupakan cotoh kebaikan. Pada umumnya, ketika kita dihadapkan pada kebaikan-kebaikan tersebut, sikap yang sering menghinggap adalah menunda dan menunda. InsyaAllah tekad yang bulat, niat yang menggunung, dan latihan terus-menerus bisa memompa semangat kita  untuk selalu melakukan kebajikan.

Begitulah konsep tentang Shalih dan tips untuk menjadi hamba yang Shalih. Semoga bermanfaat, sehingga bisa menuntun kita menjadi hamba Allah yang “Shalih Spiritual dan Shalih Sosial”. Aamiin...

 

والله أعلم بالصواب

Diposting Oleh : Kaka
Sumber Gambar : https://islamawamblog.files.wordpress.com
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id