Usaha dan Doa

Usaha dan Doa

KITABACA.ID- Hidup ini kadang menyenangkan dan kadang pula menyakitkan, ada yang membedakan dan memisahkan antara mereka, kita, dia, dan saya, Jika melihat secara defacto dalam status sosial tergambar sedikit perbedaan diri seseorang pada tingkat dan drajat tertentu, faktanya sangat tampak sekali bagaimana publik memposisikan status sosial sebagai barometer kehidupan masyarakat. Status sosial memang tidak bisa dielakkan dimata publik hingga mengkotak-kotak-kan menjadi yang miskin dan yang kaya pada masyarakat antara mereka, kita, dia, dan saya, baik di kalangan pejabat maupun rakyat jelata.

Bagaimana perasaan anda saat melihat seorang pejabat ataupun pegawai berdasi duduk di kantor ruang ber-AC? tapi apa yang anda fikirkan saat melihat seorang buruh tani penuh keringat ditengah panasnya terik matahari? Ketahuilah! bahwa yang mereka lakukan adalah bagian dari perjuangan sebagai sebuah usaha untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau keluarga agar terdapat nilai ibadah, terlepas dari pekerjaan yang sesuai kemampuan, sesuai kemauan atau karena keterpaksaan. Bagi kita! semua usaha adalah baik, apapun jenis pekerjaannya tapi bagi mereka mungkin baik dan tidaknya menurut status sosialnya, akan lebih baik kiranya jika sebuah usaha itu diawali dengan niat yang baik dan disertai dengan doa, sebab kunci utama dari hasil usaha adalah barokah, dan barokah itu akan lebih mudah didapat apabila melalui keistiqomahan doa dalam setiap saat. Allah SWT berfirman;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".(QS: al-Mukmin; 60)

Orang yang selalu berdoa dalam setiap pekerjaan pasti hasilnya akan lebih barokah, barokah tidak memandang seberapa banyak harta yang didapat, tetapi seberapa manfaat harta yang digunakan, jangankan harta yang banyak, harta yang sedikitpun jika benar benar barokah akan mencukupi segala jenis kebutuhan yang di inginkan, sebaliknya harta yang melimpah tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga jika memang tidak ada keberkahan yang diberikan Allah SWT maka, berdoalah setiap saat terutama setelah selesai melaksanakan shalat agar Allah SWT mengabulkan segala jenis usaha kita, dan berdoalah sesuai tuntunan al-Quran sebagaimana tertuang dalam surah al-A’raf ayat 55 berikut;

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS: al-A’raf ; 55)

Pada ayat diatas, sangat jelas bahwa doa itu akan terkabul apabila ada kesungguhan hati nurani manusia, ia merasa rendah diri dihadapan tuhannya, mengakui kelemahannya, mengakui akan butuhnya kepada Allah SWT, menjadikan dirinya sebagai hamba yang benar-benar tak berdaya dihadapannya, hamba yang sangat mengharap ridho-Nya, hamba yang tunduk disetiap ruang dan waktu.

Tanamkan dalam diri “Usaha & Doa” sebagai satu paket kehidupan bermakna yang tak bisa dipisahkan, layaknya ikan dan air yang harus se-iya se-kata. Ikan akan mati tanpa air sedang air tetap hidup tanpa ikan, akan tetapi tidak akan indah kehidupannya saat dipandang mata, itulah mungkin berkah namanya. Begitupula dengan “usaha dan doa”. Doa akan sia sia tanpa usaha, sedangkan usaha akan tetap ada hasilnya walaupun tanpa disertai doa, tetapi hasilnya tak kan ada keberkahan didalamnya, buat apa kita dapat banyak harta kalau hanya sedikit manfaatnya, lebih baik sedikit yang kita terima dengan manfaat yang luar biasa.

Banyak orang yang kaya tapi masih merasa kurang, merasa belum cukup memenuhi kebutuhannya, tidak sempat berinfaq untuk kemaslahatan ummat dan hidupnya tidak tenang dengan berbagai persoalan, mereka mungkin terbaik dimata penganut stoicisme (materi adalah segalanya) tetapi sayang mereka tidak sempat berbuat baik untuk diri, keluarga, dan tetangganya serta orang orang yang ada disekelilingnya. Sementara saat kita melihat orang miskin yang berusaha dengan doa dan kerja keras, selalu tenang saat ibadah, saat kerja dan riski yang sedikit dari penghasilannya selalu cukup untuk memenuhi kebutuhannya itulah yang disebut dengan barokah sebagai hasil dari kombinasi antara “Usaha & Doa” untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

والله اعلم بالصواب

Diposting Oleh : Ihya Ulumuddin
Sumber Gambar : http://bacaanmadani.com
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id