Keterampilan Berbicara

Keterampilan Berbicara

KITABACA.ID - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berbicara adalah “beromong, bercakap,  berbahasa,  mengutarakan  isi  pikiran. Salah satu keterampilan tersebut adalah keterampilan berbicara yang merupakan sebuah tuntutan kebutuhan hidup manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia  akan  berkomunikasi  dengan  orang  lain  menggunakan  bahasa sebagai alat utamanya. Berbicara secara umum dapat diartikan suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, gagasan, atau isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain. Sering kita jumpai pemuda-pemuda bangsa kurang baik dalam hal keterampilan berbicara. Salah satu faktor baik tidaknya suatu pembicaraan tersebut adalah lingkungan sekitar termasuk diri kita sendiri. Maka dari itu untuk mengurangi pola berbicara yang kurang baik kita akan belajar banyak tentang berbicara, dalam jurnal ini dengan judul “Keterampilan Berbicara”

Menurut Hanry Guntur Tarigan dalam bukunya keterampilan berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan anak yanag hanya didahului oleh keterampilan menyimak, dan pada masa tersebutlah kemampuan barbicara atau berujar dipelajari. Djago Tarigan menyatakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Menurut Arsjad dan Mukti U.S mengemukakan bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengepresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

Tujuan utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi agar dapat menyampaikan pikiran secara afektif maka seyogyanyalah pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan terhadap para pendengar dan harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala situasi pembicaraan baik secara umum maupun perorangan. Menurut Hurlock Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Berbicarayaitu kesehatan, kecerdasan, keadaan sosial ekonomi, jenis kelamin, keinginan berkomunikasi, dorongan, ukuran keluarga, urutan kelahiran,  metode  pelatihan  anak,  kelahiran  kembar,  hubungan  dengan  teman sebaya,  kepribadian.

Pengelompokan berbicara sedikitnya dapat dilakukan berdasarkan tiga hal, yaitu situasi, keterlibatan pelaku, dan alur pembicaraan. Berdasarkan situasi yaitu berbicara  formal,  dan nonformal. Berdasarkan keterlibatan pelakunya yaitu berbicara individual dan kelompok, Berdasarkan alur pembicaraannya yaitu berbicara monologis dan dialogis.

Menurut Arry Rahmawan dalam buku Syafii Effendi seorang coach motivator di bidang punlic speaking mengemukakan beberapa tips ampuh yang dapat dilakukan oleh para guru dalam mengoptimalkan kemampuan berbicara mereka saat mengajar, yaitu tekankan manfaat penguasaan materi saat mengajar, jadikanlah peserta didik anda sebagai teman diskusi, Jaga mood, sisipkan kisah atau cerita kekinian, gunakan pakaian seragam yang baik, rapi dan sopan. 

والله أعلم بالصواب

Diposting Oleh : Ihya Ulumuddin
Sumber Gambar : http://zhaafira.com
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id