Kompas Islam Nusantara(4)

Pemuda Indonesia ialah pemegang tongkat perjuangan. Pemuda Indonesia yang gagah perkasa pada tahun 1928 telah bersumpah untuk berbahasa satu bahasa Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia. Saat ini komitmen pemuda Indonesia diuji kembali. Banyak pemuda hebat negeri ini yang tergiur paham-paham yang ingin menghancurkan sumpah tersebut. Paham – paham tersebut dibungkus dengan kemasan yang disesuaikan dengan mayoritas agama di Indonesia, Islam. Para pengintai negara Indonesia ini memang cerdik dan tidak putus asa untuk mencaplok Indonesia. Masuklah organisasi ke Indonesia yang berbau Islam dengan penampilannya yang luarannya Islami.

Pemuda Indonesia adalah pemuda pemberani karena memang diwarisi jiwa keberanian. Diantara leluhur bangsa Indonesia adalah kerajaan Singosari dengan rajanya yang masyhur, Dyah Kertanegara. Pada waktu Kertanegara berkuasa, di negeri seberang ada kerajaan superpower yang bernama Tartar. Sebuah dinasti yang namanya menggetarkan dunia. Dinasti Abbasiyah yang pernah menjadi superpower di timur tengah hancur berkeping-keping diserang pasukan tartar yang ganas. Tetapi ketika ketika dinasti ini, yang waktu itu dibawah Kaisar Khu Bhilai Khan, mengutus utusan kepada Raja Singosari, Kertanegara, agar mau mengakui kekuasaannya, dengan gagah berani raja Kertanegara memotong telinga utusan tersebut. Bayangkan! Siapa yang berani begitu kalau tidak karena keberanian sejati. Tidakkah dibayangkan kebengisan pasukan tartar yang haus darah? Tidak ada kata takut bagi raja Kertanegara. Nah keberanian itu ternyata turun temurun kepada generasinya. Sejarah 10 Nopember 1945, baru saja lewat. Pemuda Indonesia tanpa kata takut menghadapi pasukan sekutu yang menyewa pasukan Gurka, pasukan yang ditakuti dunia saat itu.   

Itulah pemuda Nusantara, hebat tak terkalahkan dalam perang. Sejarah hebat Pangeran Diponegoro juga tercatat, peperangannya tidak pernah terkalahkan melawan Belanda. Pangeran Diponegoro ditangkap bukan karena kalah perang, tapi karena tipu muslihat. Kini tipu muslihat itu telah berupah wujud menjadi “Musang Berbulu Sorban”. Wahai pemuda-pemuda yang hebat-hebat, waspadalah! Banyak “Musang Berbulu Sorban” telah menyusup ke negeri tumpah darah kita ini. Merapatlah kalian dan Bersatulah dengan tokoh-tokoh yang Islam-nya dan ke-Nusantaraan-nya kokoh. Merekalah yang dari masa perjuangan kemerdekaan garis perjuangannya gamblang sampai sekarang. Jangan tergiur paham-paham impor yang tidak jelas dan aneh, kalo jelas sejelasnya tidak masalah, asalkan menjaga umat Indonesia. Wahai pemuda Nusantara jika kalian sudah terlanjur terjebak masuk, segera keluar dan kembalilah, Indonesia ini negerimu, negeri nenek moyangmu, negeri para pahwalanmu. Berjuang di Nusantara maka berarti anda sekalian telah berjuang untuk seluruh dunia. Karena saat ini perdamaian sumbernya berada di Nusantara.

Rupanya di tengah-tengah kesimpangsiuran situasi ini, saatnya kita menghidupkan kembali semboyan kita yang telah lama masuk gudang. Marilah kita ambil bersama, kita bersihkan, kita bangunkan lagi…“Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”. Tidak ada penyesalan yang lebih menyakitkan dari pada hancurnya bangsa, sebuah bangsa besar yang telah dianugerahkan oleh Allah ini. Bangsa Nusantara yang spesial, dengan ribuan suku, adat dan bahasa, hidup rukun saling berdampingan dengan mesra. Mari kita kembali kepada kehendak Allah akan pentingnya persatuan

(وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿آل‌عمران: ١٠٣

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” QS : 3:103.  

Diposting Oleh : Kaka
Sumber Gambar : https://history1978.files.wordpress.com
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id