Kearifan Lokal itu Bernama Barian

Kearifan Lokal itu Bernama Barian

KITABACA.ID-Indonesia berusia 75 tahun pada 17 Agustus 2020 ini. Negeri yang mendapat julukan gemah ripah loh jinawi ini memiliki sejarah panjang dan berlumuran darah dalam proses kemerdekaannya. Kita patut mensyukuri nikmat Allah SWT yang berupa kemerdekaan ini karena dengan kehendak, kuasa dan rahmat-Nya negara ini tetap kokoh berdiri hingga saat ini.

Dalam rangka syukur tersebut banyak macam cara yang dilakukan oleh warga negara Indonesia. Salah satunya adalah Bari’an. Acara selametan pada malam 17 Agustus tiap tahun yang dilakukan oleh warga di daerah tertentu seperti warga desa di wilayah Lumajang. Selametan tersebut diadakan di tingkat RT., RW dan tingkat desa/kelurahan yang bertempat di musholla, pertigaan gang dan kadang di Balai Desa atau kantor Kelurahan. Tradisi tahunan ini dihadiri oleh orang tua, anak muda bahkan anak kecil. Warga membawa sedekah makanan berupa tumpeng, kue, buah dan makanan ringan yang kemudian dimakan bersama dan dibagikan kepada yang membutuhkan.

Acara yang biasanya dilaksanakan pada malam hari ini diisi dengan pembacaan surat Al-Fatihah, Yasin dan Tahlil yang pahalanya dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau, para wali, para ulama, leluhur negara Indonesia termasuk leluhur desa/kelurahan setempat dan para pejuang kemerdekaan Indonesia dari semua lini. Setelah doa bersama kadang diisi ceramah oleh seorang ustadz atau kyai yang isinya mengarah pada rasa syukur dan penguatan nasionalisme warga negara. Sependek pengetahuan penulis tidak semua daerah di Indonesia mengenal atau melaksanakan Bari’an atau acara serupa.

Penulis belum menemukan referensi yang valid tentang sejarah dimulainya Bar’ian. Jika ditanyakan kepada warga yang melaksanakan Bari’an mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan sejak kapan barian diadakan. Bahkan asal usul kata barian sendiri tidak ada yang bisa memastikan.

Jika menggunakan ilmu othak athik gathuk Bari’an bisa dikatakan diambil dari Bahasa arab بَرِئَ – يَبْرَأُ  isim fa’ilnya adalah بَرِيء (Bari’). Kata dalam Bahasa arab ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al taubah ayat ketiga. Kata  بَرِيْء artinya bebas(lihat Kamus Al-Munawwir hal. 70). Jika dikaitkan dengan negara Indonesia bisa dimaksudkan sebagai bebas dari penjajahan. Dari makna kata ini mungkin orang-orang terdahulu menggunakannya sebagai nama acara mengenang para pejuang, memperingati dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia.

Terlepas dari kapan dan bagaimana sejarah Bari’an kita patut melestarikan kearifan lokal ini sebagai salah satu pengingat dan penggugah semangat nasionalisme kita yang saat ini banyak kelompok yang berusaha menggerusnya. Kita hidup, makan, minum air dari tanah negeri ini maka sepantasnya kita turut serta mempertahankan dan membangun negeri yang telah diperjuangkan oleh leluhur kita dengan nyawa dan harta.

 

حب الوطن من الإيمان

Cinta tanah air sebagian dari Iman.

 

Salam Merdeka,

Diposting Oleh : Ihya Ulumuddin
Sumber Gambar : http://kitabaca.id
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id