Syekh Zainul Abidin Al-Munawi; Wali yang Berwudhu Satu Kali untuk Sehari Semalam

KITABACA.ID-Dalam khazanah ilmu keislaman kita banyak mendengar atau mengetahui banyak ulama` yang memiliki spesialisasi. Ada dari mereka yang ahli fiqih, ahli ilmu kalam, ahli tafsir, ahli hadits dan lain sebagainya. Pengetahuan kita kadang hanya sebatas spesialisasi mereka tanpa mengetahui sisi lain dari ulama` tersebut. Terkadang informasi yang terbatas tersebut menyebabkan seorang pencari ilmu sinis terhadap ulama` tertentu karena pendapat-pendapat ulama` tersebut yang tertulis dalam sebuah kitab.

Tulisan ini hendak mengangkat seorang ahli fiqih yang termasuk dalam deretan arifin (orang yang mengenal Allah SWT.) atau wali Allah SWT. beliau adalah Syekh Zainul Abidin bin Abdul Rauf Al-Munawi.

Syekh Zainul Abidin adalah guru besar bidang fiqih madzhab imam Syafi`I yang termasuk dalam jajaran wali besar. Beliau hafal quran pada usia 7 tahun dan pecinta ilmu. Sebagai orang yang gemar bermujahadah Syekh Zainul Abidin selalu ber-khalwat (menyepi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT). Hari-harinya diisi dengan ibadah sehingga selalu terlihat sholat, berdzikir, dan qiyam al-lail sehingga muncul hal-hal yang di luar nalar (khawariq al-`adah) dari dirinya. eliau bertemu Nabi Muhammad SAW saat melakukan wirid.

Sebagian karomah Syekh Zainul Abidin adalah:

1. Dawam al-Wudhu` (selalu dalam keadaan suci dari hadats kecil)

Syekh Zainul Abidin jika berwudhu maka akan bertahan  (tidak batal) selama satu hari satu malam.

2. Bericara dengan orang yang sudah meninggal.

Saat Syekh Zainul Abidin berziarah ke maqbarah Imam Al-Syafi`I, Imam Mujtahid tersebut berbicara kepadanya dari dalam qubur. Imam Al-Syafi`I  kadang mengeluarkan tangannya dari dalam qubur dan memberikan sesuatu kepadanya.

3. Mengetahui hal yang akan terjadi (jawa: weruh sak durungi winarah)

Suatu hari seorang laki-laki yang anaknya sakit datang kepada beliau. Laki-laki tersebut disarankan oleh masyarkat Rif untuk menemui Syekh Zainul Abidin. Dia datang ke rumah beliau dan mengetuk pintu. Kemudian Syekh Zainul Abidin keluar menemuinya dan berbicara kepadanya. Syekh Zainul Abidin kaget ketika mendengar cerita bahwa anaknya sakit. Syekh berkata pada asistennya : “si anak tadi akan mati hari ini”. Syekh meminta kepada asistennya untuk menulis sesuatu di kertas dan memintanya untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

Suatu ketika datang informasi bahwa si anak sudah meninggal persis pada hari yang sudah dikatakan oleh Syekh Zainul Abidin. (lihat Karomat al-Auliya` yang disusun oleh KH. Ahmad Yasin bin Ashmuni al-jaruni, (Kediri: Ponpes Hidayat al-Tullab, tt.) hal. 17)

Itulah sekelumit kisah tentang Syekh Zainul Abidin bin Abdul Rouf al-Munawi. Semoga tulisan singkat ini bemanfaat. Aaaamiiin

 

والله أعلم بالصواب

Diposting Oleh : Kaka
Sumber Gambar : http://kitabaca.id
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id