Tiga Tingkatan Pencari Ilmu

KITABACA.ID-Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik pria maupun wanita, berbagai fan ilmu yang mereka pelajari dan berbagai tempat yang mereka kunjungi demi mendapatkan suatu ilmu, akan tetapi setiap thalib tidaklah sama tingkatan mereka dalam memperjuangkan dan mengimplementasikan keilmuannya.

Maka dari itu Syekh Dr. Fuad Wahbah Abdurrohim menafsiri hadits Rasulullah SAW dalam bukunya Ushul al Da`wah, beliau menjelaskan bahwa seorang muta`allim/thalib mempunyai 3 tingkatan/kelompok, diantaranya:

Kelompok pertama

Seorang muta`allim ibarattanah yang subur yang dituruni hujan lalu bertambah suburlah tanah tersebut kemudian tanah itu menumbuhkan rerumputan dan berbagai tanaman yang lain yang dapat diamanfaatkan oleh manusia, pengibaratan ini merupakan tingkatan pertama bagi seorang muta`allim yang dapat menyerap ilmu, menghafalkannya, mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.

Kelompok kedua

Seorang muta`allim ibarat tanah yang gersang yang dapat meyimpan air, tidak dapat menumbuhkan apapun akan tetapi masih dapat memberikan kehidupan bagi manusia,  perumpamaan ini adalah tingkatan kedua bagi seorang muta`allim yang mana ia hanya menerima suatu ilmu dan dapat ia ajarkan kepada orang lain, namun sayangnya karena tandus nan gersang hatinya tidak dapat ia amalkan apa yang ia dapatkan daripada ilmunya.

Kelompok ketiga

Kelompok ketiga ini lebih berbahaya lagi yaitu seorang muta`allim ibarat tanah yang berair dan asin,   dapat menerima air namun sangat lembek dan buruk kadarnya, tidak dapat menumbuhkan apapun dan tidak pula bermanfaat bagi manusia, perumpamaan ini adalah tingkatan ketiga bagi seorang muta`allim yang mana ia hanya menerima suatu ilmu akan tetapi tidak dapat ia amalkan tidak pula dapat ia ajarkan kepada orang lain.

Golongan pertama adalah golongan orang-orang yang sangat beruntung, mereka gigih dalam mencari ilmu, mereka hafalkan, amalkan dan ajarkan kepada orang lain, golongan inilah yang Allah ridho kepadanya dan Allah akan tempatkan bersama para nabi dan rasul serta para orang-orang sholih. Kemudian golongan yang kedua adalah golongan orang-orang yang mendapatkan ilmu, menghafalkannya dan dapat mereka ajarkan kepada orang lain namun tidak dapat ia amalkan, mereka sebenarnya adalah termasuk orang-orang yang gigih namun karena keringnya hati mereka mereka tidak dapat mengamalkan apa yang didapat, golongan inilah yang termasuk orang-orang yang kurang beruntung mereka memikul dosa besar sebab kelalain mereka akan ilmunya, mereka ajarkan kepada orang lain namun tidak dapat ia amalkan. Yang terakhir adalah golongan ketiga, golongan terburuk bagi para pencari ilmu yaitu mereka mencari ilmu, mereka hafalkan namun tidak dapat mereka amalkan tidak pula mereka ajarkan kepada orang lain, golongan inilah yang kelak juga akan memikul dosa yang amat dahsyat sebab lalai dan kitman mereka terhadap ilmunya, dalam golongan ini Hujjah al Islam Imam Al Ghozali berkata: “Manusia yang paling berat mendapatkan siksa di hari kiamat yaitu orang yang mempunyai ilmu namun Allah tidak memberi manfaat atas ilmunya” (Ayyuha al Walad)

Sebagai thalib al ilmi kita memohon kepada Allah agar Allah dapat menjadikan kita sebagai golongan pertama dalam mencari ilmu serta Allah jauhkan kita daripada golongan-golongan yang Allah murkai, amiin.

لا تنسونا الدعاء، والله أعلم بالصواب

 



Diposting Oleh : Kaka
Sumber Gambar : https://islam.nu.or.id/
Sumber Tulisan : http://kitabaca.id