Ilmu ekonomi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Dalam proses belajar dan pengajarannya, disiplin ilmu ekonomi dibagi menjadi dua cabang utama yakni ekonomi mikro dan ekonomi makro. Dalam hal ini, banyak orang yang mengalami kebuntuan untuk memahami dan mendalami dua cabang ekonomi yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro sangat diperlukan untuk memahami bagaimana kerja perekonomian secara keseluruhan.
Apa yang Dimaksud dengan Ekonomi Mikro?
Cabang ilmu ekonomi mikro adalah ilmu yang mempelajari perilaku unit-unit ekonomi yang kecil seperti masing-masing individu, rumah tangga, dan perusahaan. Ekonomi mikro lebih berfokus pada kajian bagaimana dan mengapa konsumen melakukan tindakan konsumsi, bagaimana dan mengapa suatu produsen memutuskan untuk memproduksi sejumlah produk, dan bagaimana dan mengapa suatu harga terbentuk pada suatu pasar sebagai akibat dari interaksi antara permintaan dan penawaran (Mankiw, 2021).
Dalam ilmu ekonomi mikro, harga berfungsi sebagai sinyal ekonomi. Harga akan mengarahkan konsumen untuk melakukan suatu pilihan. Harga akan mengarahkan produsen untuk mengubah dan menyesuaikan kuantitas produk yang akan diproduksi. Suatu produk memiliki harga yang tinggi maka konsumen akan mengurangi pembelian. Ekonomi mikro, mengkaji, mereduksi dan mengobservasi gagasan dan fenomena pasar yang kecil. Dalam hal ini, ekonomi mikro juga mempelajari dan mendiskusikan tentang gagasan dan fenomena pasar yang kecil. Dalam hal ini banyak mengharuskan suatu pemberian dan intervensi kebijakan (Varian, 2019).
Contoh kajian ekonomi mikro antara lain analisis harga beras di pasar tradisional, keputusan perusahaan menaikkan gaji karyawan, atau dampak subsidi terhadap konsumsi masyarakat.
Apa Itu Ekonomi Makro?
Berbeda dengan ekonomi mikro, ekonomi makro mempelajari perekonomian secara keseluruhan. Fokus ekonomi makro adalah variabel agregat seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat pengangguran, pendapatan nasional, dan stabilitas nilai tukar. Ketika pemerintah membahas defisit anggaran atau bank sentral menetapkan suku bunga acuan, analisis tersebut berada dalam wilayah ekonomi makro (Blanchard, 2021).
Ekonomi makro berusaha menjelaskan mengapa suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi atau justru resesi, serta bagaimana kebijakan fiskal dan moneter dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Dalam pendekatan ini, perilaku individu tidak dianalisis secara terpisah, tetapi dirangkum dalam data agregat yang mewakili seluruh masyarakat (Samuelson & Nordhaus, 2010).
Contoh isu ekonomi makro meliputi kenaikan inflasi nasional, kebijakan pajak, belanja negara, serta upaya pemerintah menekan angka pengangguran.
Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
The main difference between microeconomics and macroeconomics lies in the scale of analysis and focus of study. Microeconomics looks at the economy from the perspective of individuals and firms, while macroeconomics views the economy as a large single system. Microeconomics focuses on market efficiency and price formation, while macroeconomics focuses on overall economic stability and growth.
Perbedaan juga terlihat dari pengorientasian kebijakan. Kebijakan yang bersifat ekonomi mikro konteksnya biasanya menyangkut pengaturan harga, pengaturan persaingan usaha, dan pengaturan perlindungan konsumen. Sebaliknya, dalam kebijakan ekonomi makro, konteksnya menyangkut pengelolaan pajak, pengelolaan belanja negara, pengelolaan suku bunga, dan pengendalian inflasi.
Hubungan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
Walaupun memiliki perbedaan, ekonomi mikro dan makro memiliki hubungan yang sangat erat. Keputusan level mikro yang diambil oleh individu dan perusahaan dalam jumlah besar akan membentuk kondisi makro suatu negara. Sebagai contoh, banyaknya rumah tangga yang mengurangi konsumsinya dapat mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di sisi lain, kebijakan makro, seperti kenaikan suku bunga, akan memengaruhi keputusan mikro, seperti tingkat investasi masyarakat dan tingkat konsumsi masyarakat (Mankiw, 2021).
Kesimpulan
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro terletak pada perbedaan fokus analisis dan bukan pada perbedaan tujuan yang saling bertentangan. Ekonomi mikro memfasilitasi pemahaman tentang perilaku ekonomi pada tingkat individu dan suatu pasar, sedangkan ekonomi makro memfasilitasi pemahaman yang menyeluruh tentang kondisi dan arah ekonomi suatu negara. Keseimbangan dari pemahaman kedua ilmu ekonomi tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk dapat memahami dinamika ekonomi dan untuk dapat merumuskan kebijakan yang tepat.


