Opini

Tugas Makin Sempurna, Nalar Makin Tumpul

Kecerdasan artifisial generatif telah mengubah cara peserta didik menyelesaikan tugas. Esai, rangkuman, presentasi, hingga jawaban persoalan keagamaan kini dapat dibuat dalam hitungan detik. Di madrasah, pesantren, sekolah Islam, dan perguruan tinggi keagamaan, tugas tampak semakin rapi, sistematis, dan kaya istilah akademik. Namun, kesempurnaan produk tidak selalu menunjukkan kedalaman pemahaman. Peserta …

Read More »

Dakwah Generasi Algoritma, Dari Konten Viral Menuju Transformasi Moral

Dr. Zainul Arifin, MM.

Dakwah kini berhadapan dengan generasi dalam kepungan layar, algoritma, dan kecerdasan artifisial. Ribuan ceramah, ayat, hadis, dan nasihat dapat diakses melalui telepon pintar. Namun, kelimpahan konten tidak otomatis melahirkan pemahaman mendalam dan kematangan moral. Akses agama makin terbuka, sementara verifikasi, pendalaman, dan pengamalannya dapat makin rapuh. Generasi muda tidak kekurangan …

Read More »

Komunikasi Bencana Semeru: Peran Perempuan dari Sirene ke Dapur

Ketika sirene berbunyi di lereng Semeru, informasi belum otomatis menjadi keselamatan. Komunikasi bencana Semeru—melalui pemerintah, WhatsApp, pengeras suara masjid, dan tetangga—harus diterima, dipercaya, lalu diterjemahkan menjadi tindakan. Dalam rantai yang kerap luput dari perhatian ini, perempuan memegang peran penting. Konteks risikonya tetap nyata pada 2023. Badan Geologi mencatat rata-rata 52 …

Read More »

Ketika Algoritma Bertemu Sanad

algoritma dan sanad

AI telah masuk ke ruang keagamaan. Dalam hitungan detik, pengguna dapat meminta teks Hadith, terjemahan, penilaian kesahihan, bahkan jawaban hukum. Kemudahan ini berguna, tetapi menggeser pertanyaan pokok: ketika AI menjelaskan Hadith, siapa yang memegang otoritas – ulama, teks, atau algoritma? Dari Sanad ke Algoritma Tradisi Hadith tidak memperlakukan informasi sebagai …

Read More »

Hadith dan Ekstremisme Keagamaan: Perebutan Makna, Gender, dan Otoritas

Perempuan kerap ditempatkan dalam dua gambaran yang sama-sama menyederhanakan: korban pasif yang terpengaruh doktrin atau ancaman yang dianggap mengejutkan ketika terlibat dalam kekerasan. Keduanya mengabaikan agensi perempuan. Perempuan dapat direkrut, menegosiasikan keyakinan, menyebarkan gagasan, atau membangun kembali identitasnya setelah keluar dari jaringan ekstrem. Karena itu, pembahasan perempuan dan ekstremisme harus …

Read More »

Konstruksi Kepatuhan dalam Kultur Pesantren

Kepatuhan merupakan salah satu nilai yang lekat dengan kehidupan pesantren. Santri dibiasakan menaati peraturan, menghormati pengasuh, mengikuti jadwal, dan menjaga adab dalam pergaulan. Dari bangun sebelum subuh hingga kembali beristirahat pada malam hari, kehidupan mereka berlangsung dalam tata sosial yang relatif teratur. Keteraturan itu kemudian dipahami sebagai salah satu keberhasilan …

Read More »

Refleksi Mahasiswa

refleksi

Bermula dari ingatan yang sedikit terbesit, dahulu di kala kecil masih berumur kanak-kanak. Jika ada pertanyaan yang melayang dan hal itu menyangkut dengan cita-cita, musti yang pertama kali dilontarkan olehnya yakni polisi, tentara, dokter, pilot dan lain-lain. Pada intinya anak tersebut ingin kemudian terpandang dan eksis dengan pekerjaan nya. Karena …

Read More »